Porostimur.com | Ternate: Keinginan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk membangun bandara di Desa Loleo, Kota Tidore Kepulauan mental, setelah tidak mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo.
Penolakan itu disampaikan Jokowi kepada Gubernur Abdul Gani Kasuba saat meresmikan terminal Bandara Kuabang, Kao, Kabupaten Halmahera Utara beberapa waktu lalu.
Presiden lewat Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, beralasan secara teknis bahwa pembangunan Bandara tersebut tidak memenuhi syarat. Pasalnya, jarak antara Desa Loleo dengan Bandara Babullah di Ternate terlalu dekat.
“Jaraknya hanya 65 kilometer. Syaratnya jarak itu harus diatas 65 kilometer. Itu persyaratan teknis sesuai dengan Permenhub 20 tahun 2017,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Malut, Armin Zakaria saat di temui wartawan, Jumat (26/3) malam tadi.
Menurut Armin, setiap pesawat yang melakukan manuver hendak landing, posisinya berada pas di atas Desa Loleo. Ini artinya, dari sisi udara sangat membahayakan keselamatan penerbangan.
Ia bilang, usulan pembangunan Bandara Loleo sudah pernah diusulkan Pempeov Malut melalui Dinas Kominfo dan Perhubungan sejak tahun 2015. Dan pada saat itu juga, Kementerian Perhubungan sudah menjawab surat usulan tersebut sesuai dengan yang disampaikan Presiden.




