
Kementerian juga mengusulkan alternatif lain yakni membuat jalan akses baru dari Sofifi ke Kuabang, Kao, Halut. Bahkan sejak 2019 lalu, Kemenhub pernah menyurat ke Presiden tembusan ke Kementerian PUPR untuk membangun akses jalan dari Ibukota Provinsi Maluku Utara di Sofifi ke Kao untuk menghubungkan ibukota dengan Bandara Kuabang.
Ini dimakudkan agar mendukung aktivitas Bandara Kuabang tetap berjalan. Sebab akses dari Sofifi ke Kuabang Kao menggunakan jalan saat ini terlalu jauh yang jarak tempuhnya bisa sampai 2 jam lebih. Inilah yang menyebabkan orang-orang lebih memilih ke Ternate, daripada ke Kao.
“Jalan yang diusulkan Kemenhub ini memotong jarak yang tadinya 130 kilo menjadi 65 kilo, dengan waktu tempuh 45 menit. Apabila sudah jalan, maka dengan sendirinya Bandara Kuabang ini bisa berkembang,” terangnya.
Soal kapan akan dibangun jalan akses baru ini, Armin menuturkan tinggal menunggu kajian dari Dinas PUPR Malut kemudian diserahkan ke Bappeda lalu disampaikan ke Kementerian PUPR.
“Akses jalan ini masuk dalam salah satu program percepatan pembangunan kota baru Sofifi,” pungkasnya. (red)




