Mitan Rp8.000 per Liter di Piru, Klaim Stok Aman Disperindag SBB Dipertanyakan

oleh -82 Dilihat
Di atas kertas, stok minyak tanah (Mitan) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) disebut aman. Namun di lapangan, masyarakat masih harus berpindah dari satu pangkalan ke pangkalan lain untuk mencari bahan bakar kebutuhan rumah tangga.

Dugaan Penyimpangan Pangkalan dan Misteri Harga Rp8.000

Sebelumnya, Kepala Disperindag SBB Abidin Papalia menjelaskan bahwa persoalan distribusi diduga berkaitan dengan adanya pangkalan yang melakukan penyimpangan dalam penyaluran Mitan.

Penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan.

Jika pemerintah telah mengetahui atau menduga adanya pangkalan yang menyimpang, mengapa persoalan tersebut masih bisa berujung pada kesulitan masyarakat mendapatkan Mitan?

“Kalau memang dari awal Disperindag tahu atau menduga ada pangkalan yang bermain, lalu selama ini pengawasannya di mana? Jangan setelah masyarakat mengeluh baru muncul alasan bahwa ada pangkalan yang melakukan penyimpangan,” kritik NLK.

Menurutnya, Disperindag sebagai instansi teknis memiliki tanggung jawab memastikan rantai distribusi berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga  Tinggal Sehari, PLN Ingatkan Pelanggan Maluku-Malut Manfaatkan Diskon Tambah Daya 50 Persen

Pengawasan tidak seharusnya baru dilakukan setelah masyarakat mengeluhkan kelangkaan dan harga yang tinggi.

“Jangan masyarakat sudah antre, minyak mahal, barang susah dicari, baru pemerintah sibuk mencari alasan. Fungsi Disperindag itu mengawasi dan memastikan distribusi berjalan, bukan hanya memberikan penjelasan setelah masalah menjadi besar,” ujarnya.

Karena itu, NLK meminta pemerintah membuka struktur harga Mitan secara transparan kepada publik.

No More Posts Available.

No more pages to load.