Oleh: Tarmidzi Yusuf, Kolumnis
Mualem biasa warga Aceh sapa Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Air mata dan tatapan kosong Mualem ketika bencana Sumatera menerjang. APBD Aceh kecil. Tidak cukup untuk recovery Aceh yang hancur.
Seorang gubernur dari provinsi yang kaya akan sumber daya alam “bingung”. Menanti uluran tangan Jakarta. Bukan sekadar turun ke Aceh. Melainkan gerak cepat Jakarta membantu bencana Sumatera secara terarah dan terukur.
Mirisnya, ketika Jakarta sibuk beretorika. Mualem minta bantuan UNDP dan UNICEF. Warga Aceh mengibarkan bendera putih. Pesan untuk Jakarta bahwa kami tak sanggup. Menyerah.
Daripada diabaikan saat bencana setelah kekayaan alam Aceh dikuras habis oleh Jakarta. Ibarat peribahasa, “Habis manis sepah dibuang”. Lebih baik Aceh merdeka aja lah. Mualem dulunya Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Apa yang Aceh peroleh dari Indonesia? Tidak ada. Yang ada kekayaan alam Aceh habis dikuras oleh Jakarta.
Buktinya? Fakta berbicara. Aceh provinsi termiskin di Sumatera. Aceh juga masuk 10 provinsi termiskin di Indonesia. Tragis! Provinsi terkaya namun termiskin.
Aceh juga menempati peringkat 9 dari 10 provinsi tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia.
Padahal, Aceh yang pertama kali menyumbang pesawat Dakota DC-3 yang diberi nama “Seulawah” (Gunung Emas) sebagai armada udara pertama Republik Indonesia.








