Zulkifli Hasan, Cerutu, dan Sepiring Kenyamanan di Tengah Bencana

oleh -68 views

Oleh: Ady Amar, Kolumnis

Di daerah bencana, rakyat biasanya tak berharap banyak. Mereka tahu negara sering datang terlambat, bantuan kerap tersendat, dan janji mudah menguap.

Karena itu, harapan mereka sederhana saja: jangan ditambah perihnya. Jangan datang sambil mempertontonkan kenyamanan, seolah penderitaan hanyalah latar belakang kunjungan.

Aceh—bersama banyak wilayah di Sumatera yang dilanda banjir bandang—adalah ruang yang sensitif terhadap rasa.

Di sini, empati bukan slogan. Ia diuji lewat hal-hal kecil. Cara duduk, cara berbicara, bahkan cara menikmati makanan. Sebab bagi mereka yang dapurnya masih dingin, gestur kecil pejabat bisa terasa sangat besar.

Maka ketika simbol dipanggungkan—beras dipanggul, sejarah Umar bin Khaththab dipanggil—publik sempat berharap. Setidaknya ada usaha mendekat ke nilai. Tapi simbol, seperti kita tahu, mudah lelah. Ia cepat roboh bila tak ditopang laku.

Baca Juga  Cerita Nabi Nuh AS dan Bani Rasib yang Diberi Azab Banjir Dahsyat

Tak lama kemudian, simbol itu seakan tersandung kenyataan. Potongan video yang beredar memperlihatkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan–di Bireuen Aceh–duduk nyaman di meja besar bersama beberapa orang. Makan lahap. Lauk berlimpah. Dan yang paling mencuri perhatian: cerutu mengepul santai di tangan kiri, seolah waktu dan situasi sedang bersahabat.

No More Posts Available.

No more pages to load.