Sebaliknya, kapal Pelni yang berstatus Public Service Obligation (PSO) tidak lagi mendapatkan skema tiket gratis. Pasalnya, Pelni sudah menerima alokasi anggaran pemerintah untuk menjalankan layanan publik bagi masyarakat.
“Pelni sebagai PSO sudah ada anggaran pemerintahnya. Sebelumnya mereka memberikan subsidi, tapi sekarang tiket gratisnya ditiadakan dan diganti dengan diskon tiket sebesar 20 persen. Ini sudah diumumkan dalam paparan sebelumnya,” jelas Malawat.
Kapal Sabuk Nusantara Tak Bisa Digandakan Subsidi
Kebijakan serupa juga berlaku bagi kapal Sanur, yakni Sabuk Nusantara 87 dan Sabuk Nusantara 33, yang seluruh operasionalnya telah disubsidi penuh oleh pemerintah.
Menurut Malawat, harga tiket kapal Sanur sendiri sudah dirancang sangat terjangkau. Untuk rute terjauh Ambon–Dobo, tarif hanya berkisar Rp90.000 hingga Rp98.000, sementara rute lainnya bahkan berada di kisaran Rp60.000.
“Kalau diberi lagi tiket gratis, itu namanya double subsidi, dan itu tidak bisa diizinkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, tiket mudik gratis yang benar-benar tersedia hanya diberikan kepada kapal milik PT Pelayaran Dharma Indah, termasuk kapal layar yang mereka operasikan. Namun, kapal tersebut saat ini belum melayani rute ke wilayah Maluku Tenggara seperti Tual dan Dobo.









