Mulai anarkis, unjuk rasa mahasiswa Unpatti dibubarkan polisi

oleh -44 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Forum Kebebasan Aliansi Mahasiswa Unpatti, kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak swastanisasi Kampus Unpatti Ambon sambil membakar ban bekas, di depan Fakultas Hukum Unpatti Ambon, Selasa (6/11), sekitar pukul 12.00 Wit.

Beranggotakan kurang lebih 20 orang, forum dimaksud dikoordinir langsung oleh Risman Soulissa, serta menampilkan orator Taras Monny, Sadam Sileuw, Muh Nur Latuconsina, Randy Derlend, Samsir Renuad, Rudy Rumagia, Ismail Souwakil, Sahril Souwakil, Sarina (Fekon) dan Fauzi Kelian (Fak. Hukum).

Unjuk rasa diawali kelompok mahasiswa ini di pintu masuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unpatti.

Mereka menyuarakan menolak kebijakan Rektor Unpati yang sampai saat ini belum membatalkan Badan Layanan Umum (BLU) yang dianggap oleh mahasiswa adalah ladang kekayaan yang justru memberatkan mahasiswa yang berekononi lemah/pas pasan.

Saat beralih lokasi orasi, tepatnya di depan Fakultas Hukum Unpatti sambil membakar ban bekas, merekapun ditemui Dekan Fakultas Hukum Unpatti, DR Rory J. Akiwen,SH,MH.

Baca Juga  Lima Puisi Yanni Tuanaya

Diapresiasinya kekritisan mahasiswa melihat persoalan di dalam kampus Unpatti.

Masih dengan materi yang sama, unjuk rasa kembali dilanjutkan kelompok mahasiswa ini di depan kantin Pujasera Unpatti, seraya mengajak rekannya yang lain bergabung dalam aksi dimaksud.

Belum mendapatkan tanggapan, unjuk rasa kemudian berpindah lokasi menuju kampus Fakultas Ekonomi (Fekon) Unpatti, juga menyuarakan materi yang sama.

Saat berpindah lokasi demonstrasi ke Gedung Rektorat Unpatti, para demonstran ini sempat ditemui Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, namun pejabat dimaksud tidak diberikan kesempatan untuk berbicara sama sekali oleh para demonstran.

Aksi demonstrasi ini pun akhirnya dibubarkan paksa oleh personil Polsek Teluk Ambon personil Polri, PRC Polres P. Ambon & Pp. Lease dikoordinir langsung oleh Kepala Satuan (Kasat) Sabhara, AKP Syaripuddin, serta pihak sekuriti Unpatti.

Baca Juga  Juventus Siapkan Rencana Perpanjangan Kontrak Baru Paulo Dybala

Pembubaran paksa ini dilandasi adanya kata-kata yang tidak menyenangkan yang diungkapkan oleh salah satu orator. (keket)