Murad Ismail Hadiri Wisuda Kampus Ilegal. Wisudawan Tak Terdata di LLDIKTI

oleh -346 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gubernur Maluku, Murad Ismail, Sabtu (29/12/2019) mmghadiri acara wisuda Diploma II yang dilaksanakan oleh pihak yang mengatas namakan diri sebagai Universitas Darussalam Ambon di Kampus Tulehu.

Murad hadir dalam kapasitasnya sebagai gubernur. Padahal pihak pengundang yang mengatasnamakan Unidar Ambon dan dipimpin Alwi Smith itu merupakan lembaga ilegal, alias tidak terdaftar sebagai lembaga penyeleggara Pendidikan.

Bukti valid tentang ilegalnya kegiatan akademik tersebut, terdapat dalam surat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Kemenristekdikti, Wilayah XXII tertanggal 19 Desember 2019 yang ditujukan kepada Alwi Smith.

Surat yang ditandatangani oleh J.E Lekatompessy tersebut menyebut, sesuai SK Menristekdikti No more:491/KPT/I/2016, tanggal 21 November 21016, yang berhak mengelola secara sah Universitas Darussalam Ambon adalah Yayasan Darussalam Maluku

Surat bernomor 1939/L12/KL/2019 yang dikeluarkan dalam rangka menjawab surat dari Alwi Smith itu juga menyebut: karena itu, data wisudawan-wisudawati yang sauudara kirimkan tidak ada di LLDIKTI Wilayah XXII Ambon, sehingga apabila saudara tetap melakukan wisuda, maka kami tidak bertanggung jawab atas semua konsekuensi hukum yang terjadi.

Baca Juga  Jaksa Agung Mutasi Wakajati Malut, Kapuspenkum hingga Sejumlah Kajati, Ini Daftarnya

Sikap Murad ini pun mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Murad dianggap gegabah dan asal dalam mengambil sikap.

Perdebatan juga muncul di media sosial ketika staff khusus Murad, AZ is Funny memposting agenda tersebut di laman Facebooknya.

Salah satu nitizen dengan akun Ichal Lestaluhu menulis “Sebagai Staf Ahli Khusus Gubernur, Bt yakin Wate Azis Tunny I AT tau persis alasan Kehadiran Gubernur sekaligus Memberikan sambutan dalam wisuda dimaksud. padahal dalam surat LLDIKTI jelas menegaskan Wisuda tersebut ilegal/perlawanan terhadap hukum. dan Gubernur mendapat tembusan Salinan suratnya. tapi tetap saja Gubernur hadir dan memberikan Sambutan. bukankah itu secara langsung salah satu bentuk Dukungan Gubernur untuk para Pelaku Perbuatan Melawan Hukum ?.”

Lestaluhu juga menulis “Azis Tunny I AT Maaf bang, ini surat lngsung dari Kopertis tentang penyelenggaran wisuda di tulehu, sebelum surat ini ada, sudah ada juga fakta2 hukum trkait Unidar,
Bang pasti lebih paham lah soal masalah yg sedang di dera oleh Unidar,
Oleh krna itu Pa Gub selaku pimpinan tertinggi mungkin bisa lebih teliti (maaf bukan menggurui) dengan melihat berbagai macam referensi valid soal Unidar,
Sekedar utk abang ketahui, yg lulus di Unidar Tulehu itu tidak terdaftar di laman forlap dikti, artinya secara legalitas nama mereka masih di catat sebagai mahasiswa… Hormat Abang sayang
😊

Baca Juga  Tim Fifian Adeningsi Mus Ngopi Bareng di Desa Waitina

Aku lain bernama Fhitra Bandu menulis “Padahal kampus Unidar dibawa YPDM sudah beberapa kali kalah dalam putusan hukum dan di larang wisuda oleh Kemendistik..tapi selamatlah para wisudawan!”.

Akun bernama Herman Sahupala menulis “Ini namanya proses pembodohan“.

Akun Han Holle menulis “Orang jawa bilang “nyesal”. Sedangkan akun Amir Naqila Latuconsina menulis “Memang Politik Panglima”.

Sementara akun Wanott Putin menulis “Pa Gubernur yg juga mantan Kapolda Maluku masa tidak tahu persoalan Unidar,
Bisa bahaya ini Abang
😓”.

Sedangkan sejumlah akun lainnya memasang icon wasit sepakbola tengah memberikan kartu merah.

Sejumlah alumni Universitas Darussalam Ambon menyayangkan sikap Murad yang dianggap memperkeruh suasana ditengah konflik yang telah memilik keketapan hukum tetap itu.

Baca Juga  Massa #GejayanMemanggil Mulai Gelar Aksi di Bundaran UGM

Tahir Ohorella melalui akun Facebooknya memasang status “Dunia pendidikan Maluku Bisa tambah hancur akibat dari para stakeholdernya yang berani mengambil posisi yang salah

“Sebagai gubernur, mestinya Murad lebih bijaksana, karena kehadiran beliau ini bisa dianggap sebagai keberpihakan pada YPDM yang secara hukum salah dan sudah ada ketetapan hukumnya” kata Ramli Nasir salah satu alumni.

Ikatan Keluarga Alumni (IKA UNIDAR) juga menyayangkan kehadiran Murad pada acara tersebut yang dinilai akan memunculkan persoalan baru. (red/rtl)