Jokowi, selain sebagai rakyat, selama ini juga hanya diam, seolah menikmati kegaduhan. Sudah cukup negara ini gaduh “unfaedah”. Jika dia memang pemimpin yang berjiwa besar, tenangkan pendukungnya, tetap hormati hukum, tidak perlu persekusi, berbesar hati menerima kritik, bahkan makian. Maka, pendukung semakin cinta, dan publik pun akan respek.
Terakhir, saya ingin mengajak segenap akademisi, praktisi, aktivis pelajar, dan mahasiswa untuk terus menyuarakan hak kebebasan berpendapat, kampanye antidungu, dan antikorupsi lewat media apapun.
Salam akal sehat. Salam perubahan untuk persatuan.
“Ing ngarsa asung korupsi, ing madya mangun dinasti, tut wuri cawe-cawe.” (Rocky Gerung)









