Adapun sujud yang dimaksud dalam mimpi tersebut bukanlah sujud penyembahan, sebagai hamba menyembah tuhannya. Melainkan, sebuah bentuk penghormatan dan kepatuhan atas perintah Allah SWT.
Sebagai seorang ayah yang bijaksana dan menyayangi anaknya, Nabi Yaqub AS menyadari adanya potensi bahaya. Oleh karena itu, Nabi Yaqub segera memberi tahu agar Yusuf merahasiakan mimpinya tersebut.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Yusuf ayat 5:
قَالَ يٰبُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًا ۗاِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Artinya: Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku, janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu karena mereka akan membuat tipu daya yang sungguh-sungguh kepadamu. Sesungguhnya setan adalah musuh yang jelas bagi manusia.”
Dikutip dalam buku Kisah Para Nabi oleh Ibnu Katsir, Ibnu Jarir dan Ibnu Hatim meriwayatkan dalam kitab tafsirnya, serta Abu Ya’la dan al-Bazzar dalam kitab Musnad.
Dari as-Saddi, dari Abdurrahman bin Sabith, dari Jabir, ia berkata, “Ada seorang Yahudi bernama Bustanah al-Yahudi datang menemui Rasulullah SAW dan berkata: ‘Wahai Muhammad, beritahu kepadaku mengenai bintang-bintang yang dilihat Yusuf dalam mimpinya dan bersujud kepadanya, apakah nama bintang-bintang tersebut?”









