Sebagai langkah awal, Nasir berkomitmen memperkuat kapasitas anggota melalui pelatihan berbasis pendidikan inklusif dan sertifikasi.
“Kita ingin FMI Maluku menjadi organisasi mountaineering yang profesional, berprestasi, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Perkuat Jejaring dan Kemitraan
Nasir juga mengusung semangat kolaborasi lintas sektor sebagai arah utama kepemimpinannya, dengan melibatkan pemerintah, komunitas pecinta alam, dunia usaha, hingga mitra strategis lainnya.
“Semangat kolaborasi dan keberlanjutan ini penting untuk menjawab dinamika pendakian yang makin kompleks di Maluku,” katanya.
Regenerasi untuk Hindari Stagnasi
Sementara itu, mantan Ketua Umum FMI Maluku, Handoko, menyambut baik proses regenerasi kepemimpinan dalam tubuh organisasi.
Menurutnya, regenerasi merupakan bagian penting untuk menjaga kesinambungan visi sekaligus mendorong inovasi.
“Regenerasi adalah proses berkelanjutan untuk menyiapkan penerus agar organisasi tetap hidup dan tidak stagnan,” ujarnya.
Musprov II FMI Maluku ini dihadiri pengurus serta berbagai organisasi pecinta alam di Maluku, yang diharapkan dapat menjadi titik awal penguatan jejaring dan profesionalisme dunia mountaineering di daerah.
(Keket)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com




