Nastasia Suci Ramadhani Kapten TimNas Wanita U-18 asal Santiong

oleh -30 Dilihat

Uci gagal terpilih tapi ada dua keuntungan yang Ia bawa pulang ke Ternate.
Pertama, namanya masuk dalam pemain bola perempuan usia dini yang terdaftar di bank data federasi. Kedua. Ia dapat banyak pengalaman berharga sepanjang mengikuti seleksi. Ia tertantang. “Saya makin termotivasi untuk latihan dan mengasah kemampuan”. Sewaktu pandemi mengepung, Uci tetap konsisten berlatih. Satu dua kali, saya sempat menyaksikannya datang sendirian di lapangan Cordoba. Berlatih tanpa banyak bicara. Sekali waktu, saya bahkan sempat bermain bersama dirinya dengan pemain cordoba yang tengah bersiap untuk mengikuti sebuah turnamen lokal di Ternate. Ia lugas bermain. Tak ada kompromi saat berduel merebut bola. Kontrolnya terukur. Penempatan posisinya tak kaku. Kedua kakinya juga aktif menendang sama baiknya.

Baca Juga  Dugaan Pengancaman dengan Parang di Pantai Hunimua Dilaporkan ke Polda Maluku

Usai pandemi, Uci yang sudah duduk di kelas dua SMA mendapat undangan bergabung dengan klub Persis Solo. Orang tuanya sempat bimbang namun tekad Uci menyingkirkan semua keraguan. Perempuan muda ini hengkang ke Solo. Berlatih bola sambil bersekolah. Tak butuh waktu lama, namanya dipanggil untuk seleksi Tim Nasional yang dipersiapkan untuk AFF Women’s Championship tahun 2022 di Filipina. Ia dipilih Choach Rudy Eka Priyambada bersama beberapa pemain senior. Ketika berita ini sampai ke Ternate, keluarga Uci menyambut penuh syukur. Ada sembab bahagia di mata kedua orang tuanya, juga kedua kakak perempuannya yang selama ini konsisten mendukung sang adik.

No More Posts Available.

No more pages to load.