Bobato Dunia

oleh -1,062 views

Oleh: Muhammmad Diadi, Penulis, Pelaku Budaya Galela

Konsep bobato hanya dipakai dalam masyarakat yang sebagian atau seluruhnya beragama islam. Penggunaan bobato terkait dengan syiar Islam oleh kesultanan Ternate. Golongan bobato dan keluarganya beragama islam. Ada dua kategori bobato yang dikenal yaitu bobato akhirat dan bobato dunia. Bobato pertama juga disebut pemimpin agama.

Sedangkan yang terakhir merupakan pejabat yang mengurus masalah-masalah politik dan pemerintahan, atau segala sesuatu yang bersifat duniawi. Konsep bobato akhirat tidak banyak dijumpai di masyarakat Halmahera Utara, kecuali bobato dunia.

Penanda bobato dunia adalah gelar yang digunakannya, yakni sangaji dan kimelaha atau ngofamanyira. Kedua pejabat bobato tersebut diangkat dan bekerja untuk sultan. Selain gelar, bobato dunia mempunyai tanda pengenal status yang khas, yakni pakian kebesaran berupa sebuah jubah panjang dan sorban berwarna hitam.

Fungsi pertama bobato adalah sebagai penguasa yang disahkan oleh sultan, mereka berkewajiban mengawasi kepentingan-kepentingan kesultanan di wilayahnya. Kewajiban itu dapat berupa upeti dan pengerahan tenaga untuk armada kerajaan atau hongi dan kepetingan rumah tangga kadaton. Fungsi keduanya adalah pemimpin masyarakat di negerinya masing-masing (Leirissa 1996:93-94,99).

No More Posts Available.

No more pages to load.