Kekuasaan Tanpa Kapasitas
Di Konoha, kita melihat bagaimana keputusan-keputusan penting lahir bukan dari pertimbangan rasional, melainkan dari kebingungan kolektif yang dibungkus kepercayaan diri semu. Para pejabat berbicara dengan penuh keyakinan, namun miskin substansi. Mereka sibuk tampil, tetapi kosong dalam isi.
Ini mengingatkan kita pada peringatan klasik dari Plato dalam karyanya The Republic, bahwa negara akan hancur jika dipimpin oleh mereka yang tidak memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan. Plato menyebutnya sebagai rule of the ignorant—pemerintahan oleh orang-orang yang tidak tahu bahwa mereka tidak tahu.
Dalam konteks modern, kondisi ini sering disebut sebagai incompetent governance, di mana negara kehilangan kemampuan untuk merespons kebutuhan rakyat secara efektif. Kebijakan menjadi reaktif, tidak terencana, dan sering kali kontraproduktif.
Agama dan Amanah yang Dikhianati
Dalam perspektif keimanan, fenomena ini bukanlah hal baru. Ia telah diperingatkan jauh sebelum teori-teori politik modern lahir.
Al-Qur’an secara tegas mengingatkan dalam Surah An-Nisa ayat 58 agar amanah diserahkan kepada yang berhak. Ketika amanah diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka sesungguhnya kehancuran sedang dipersiapkan.









