Republik Konoha dan Kutukan Mediokritas Kekuasaan

oleh -122 views

Rasulullah Muhammad SAW juga bersabda:
“Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” (HR. Bukhari)

Hadis ini bukan sekadar peringatan moral, tetapi juga analisis sosial yang tajam. Ia menggambarkan hukum sebab-akibat dalam tata kelola: ketidaklayakan melahirkan kerusakan.

Dalam tafsir para ulama, seperti Ibnu Katsir, amanah bukan hanya soal kejujuran, tetapi juga kapasitas. Seseorang bisa saja jujur, tetapi jika tidak mampu, maka ia tetap tidak layak memegang tanggung jawab besar.

Lingkaran Setan Mediokritas

Yang paling berbahaya dari Konoha bukanlah satu atau dua individu yang tidak kompeten, melainkan sistem yang melanggengkannya. Ketika orang-orang medioker berkumpul, mereka cenderung mereproduksi mediokritas itu sendiri. Mereka tidak memilih yang lebih baik dari mereka, karena itu mengancam posisi mereka. Sebaliknya, mereka memilih yang setara atau bahkan lebih lemah, agar tetap merasa aman.

Baca Juga  Helm Taktis Hantam Kepala, Eks Brimob Didakwa Tewaskan Remaja di Tual

Inilah yang disebut oleh para analis sebagai mediocrity trap—jebakan mediokritas yang membuat sebuah sistem sulit keluar dari lingkaran ketidakmampuan.

Akhirnya, negara pun berjalan seperti kapal besar tanpa nahkoda yang benar-benar memahami arah. Ia tetap bergerak, tetapi tidak menuju tujuan yang jelas. Rakyat menjadi penumpang yang dipaksa percaya, meski diam-diam cemas.

No More Posts Available.

No more pages to load.