Nona Beta dan Dua Puisi Wirol Haurissa Lainnya

oleh -297 views

Nona Beta

satu siang, di bawah rindang pohon hijau dan angin yang tipis. kutaruh bue-bue dan mengikatnya dengan sepotong tali. dalam bue yang begitu hening, kubaringkan perempuan kecil yang bersinar seperti matahari. bila esok atau satu hari nanti, sudah besar. aku sangat yakin kau menjadi namamu; bethany, Tuhan adalah junjunganmu.

Mayau, 3 Mei 2022

======

Sisiu Di Buah Kelapa

pada siang yang selalu setia dengan panas di kulit wajahku. dititipkan matahari dengan rasa wangi dari buah kelapa yang dibelah saudaraku laki-laki. sirih pinang di bibir suadaraku perempuan adalah kebahagiaan mengunyah dengan olesan kapur di giginya. kata seorang anak muda dengan pena di jemarinya.

hari ke hari, anak muda itu menyediakan hadiah dari tuhan di sela-sela rumput hijau yang tumbuh ke langit. sesekali dia pikir bulan sabit terselip di tempurung untuk dinyalakan dari jemari orang tua-tua sebagai cahaya hangat di tubuh anak-anaknya.

Baca Juga  Prevalensi Ketidakcukupan Pangan Maluku Barat Daya Capai 30,73 Persen pada 2025

biasanya selesai bekerja, mereka akan meneguk sageru yang lebih pahit dari sebuah hati. mereka pun senang melinting tabaku menjadi asap mengepul dari ruang asaran dengan segenap jiwa yang luruh. letih terlapas dan melayang-layang ke udara lalu turun menjadi rindu seperti hujan pada tanah.

di penghujung senja, waktu malam naik, doa juga benar-benar naik dan utuh.

No More Posts Available.

No more pages to load.