OPM Klaim Tembak Mati 4 Anggota TNI di Intan Jaya, Kapendam: Tidak Benar!

oleh -99 views
Link Banner

Porostimur.com – Jayapura: Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM kembali terlibat kontak senjata dengan aparat gabungan TNI-Polri di Intan Jaya, Papua, Kamis (18/11/2021). Dalam laporan Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM, lima prajurit TNI ditembak pasukan TPNPB Kodap 8 Intan Jaya pimpinan Undius Kogoya.

Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, kontak senjata itu berlangsung sejak pukul 07.45 waktu setempat. Dari lima prajurit TNI yang ditembak, empat di antaranya dilaporkan tewas.

“Dalam kontak Senjata ini, kami TPNPB berhasil tembak lima anggota pasukan teroris yaitu TNI-POLRI, empat tewas dan satu luka-luka,” kata Sebby kepada Suara.com, Kamis sore.

Sebby menyebut, kontak senjata berlangsung di jantung kota Kabupaten Intan Jaya. Pertempuran, kata dia, tepatnya berlangsung di dekat Mapolres Intan Jaya dan kantor BPBD.

Meneruskan laporan Undinus Kogoya, kata Sebby, empat jenazah prajurit TNI yang tewas hingga kekinian masih belum di evakuasi. Sebab, pasukan TPNPB-OPM hingga kini masih menguasai Bandara Intan Jaya.

Baca Juga  Angkut BBM 6 ton, KM Hikmah terbakar di Laut Hila

“Jenazahnya belum di evakuasi karena kami kuasai bandara Intan Jaya. Dari pihak TPNPB KODAP VIII Intan Jaya belum ada yang menjadi korban,” papar dia.

Sebby juga meminta pada masyarakat sipil untuk segera mengosongkan kawasan Intan Jaya. Peringatan itu disampaikan karena pasukan TPNPB-OPM sudah menyatakan perang kepada pasukan TNI-Polri.

“TPNPB kembali keluarkan peringatan tegas agar masyarakat sipil, orang immigran Indonesia yang ada sisa-sisa itu, hari ini segera kosongkan Intan Jaya,” tegas Sebby.

Dari laporan yang diteruskan oleh Undinus Kogoya, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni sempat meminta TPNPB-OPM untuk menghentikan perang. Bahkan, Natalis akan memberikan uang senilai Rp1 miliar lebih jika TPNPB-OPM hendak berdamai.

“Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni naik di Intan Jaya dan perintahkan bahwa ‘tolong berhenti perang’. Dan untuk perdamaian Bupati mau kasih uang Rp1,6 miliar,” ucap Sebby.

Baca Juga  Warga Desa Waitina Lapor Faruk Bahnan Ke Polres Kepsul

Hanya saja, tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM. Menurut Sebby, perang ditempuh bukan karena mencari uang, tapi kemerdekaan.

“Tapi saya, Komandan Operasi Undius Kogoya bersama pimpinan-pimpinan lain menolak, karena saya perang bukan untuk minta uang dan proyek. Tetapi kami perang dengan tuntutan hanya satu yaitu menuntut hak politik kemerdekaan bagi Bangsa Papua dari Kolonialisme Indonesia,” kata Sebby, menirukan Undius Kogoya.

Pasukan TPNPB-OPM, kata Sebby, tidak akan berhenti dan menyerah di medan perang. Sebby melanjutkan, para pasukan TPNPB-OPM akan terus melakukan kontak senjata sampai Papua merdeka.

“Kami generasi muda, 36 pimpinan perang sekarang tidak akan berhenti atau menyerah dan akan terus berlanjut dengan perang Pembebasan Nasional bangsa Papua,” tutup dia.

Baca Juga  Wakil Bupati Kukuhkan Paskibraka Halmahera Barat Tahun 2020

Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Arm Reza Nur Patria memastikan tak ada anggota TNI dan Polri yang tewas dalam kontak tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM di Intan Jaya, Papua.

Dia menyebut pernyataan juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom yang mengklaim menembak mati empat anggota TNI tidak benar.

“Dalam kontak tembak tersebut tidak ada korban jiwa di pihak Satgas TNI-Polri. Informasi yang menyatakan bahwa terdapat korban di pihak TNI Polri adalah tidak benar,” kata Reza kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Menurut Reza, kontak tembak itu sendiri memang benar terjadi. Tepatnya sekitar pukul 08.30 – 10.50 WIT di Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Kamis (18/11) kemarin.

“Saat ini Satgas TNI-Polri masih melaksanakan siaga untuk memonitor perkembangan situasi,” katanya.

(red/suara)