Pahlawan Soeharto dan Negara Amnesia

oleh -9 Dilihat

Ungkapan Milan Kundera, perjuangan melawan kekuasaan (tirani) adalah perjuangan melawan lupa, sedang terjadi di Indonesia. Perjuangan nalar sehat melawan amnesia sedang berkecamuk. Indonesia sedang kembali diarahkan menjadi museum kebohongan dan manipulasi, ala fasisme Soeharto-esque, yang dipoles dengan tampilan populisme.

Jika Soeharto dikukuhkan sebagai pahlawan maka, artinya, gerakan reformasi 1998 adalah sebuah pengkhianatan, dan segala produk Tap MPR serta amendemen UUD 1945 adalah penggelapan.

The Book of Laughter and Forgetting Milan Kundera adalah elegi yang terjadi di Eropa Timur di bawah totalitarianisme. Tetapi sekaligus peringatan universal: “Bangsa yang melupakan masa lalunya sedang membiarkan tirani lahir kembali dalam wajah baru.” Ia mengisahkan bagaimana rezim totaliter menghilangkan nyawa manusia, menghapus orang dari foto sejarah, menghapus arsip, dan mengubah narasi. Mereka tidak hanya membunuh tubuh, tetapi juga mematikan ingatan. Lupa menjadi alat kekuasaan.

Baca Juga  Kebakaran Hutan Morella Masuk Hari Kelima, Api Turun dari Gunung Hatuluwael

Di Indonesia, saat ini, sejarah sedang ditulis-ulang oleh Menteri Kebudayaan. Menulis ulang sejarah dan mempahlawankan Soeharto, agaknya menjadi proyek penting pemerintahan ini, yang bukan cuma omon-omon. Gelar pahlawan nasional pada seseorang mustinya adalah penegasan simbolik representasi keteladan, kebajikan, dan kejelasan moral. Soeharto adalah “semua hal” yang bukan [anything but] dari harapan ideal itu. Ia adalah sumber ketakutan kolektif, dementor penghisap ingatan dan nalar sehat.

No More Posts Available.

No more pages to load.