Pajak, Pemborosan, dan Pemerasan

oleh -71 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti, jurnalis lepas dan visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura

Negeri bedebah! Negeri yang dibikin bangkrut sama pejabat-pejabatnya. Sekarang mereka bukannya bikin program yang benar-benar menggerakkan ekonomi. Tapi, mereka benar-benar memeras rakyat sampai ke ampas-ampasnya!

Hari ini saya baca berita, ekonomi Malaysia dari April-Juni tahun ini tumbuh 5,8%. Kita kemarin pada Q1 bangga sekali ekonomi tumbuh 5,6%. Apa bedanya? Ya bedalah!

Ekonomi kita tumbuh karena belanja pemerintah yang gila-gilaan. Artinya uang yang dicurahkan pemerintah lewat bansos dan program-program seperti MBG itu memang membuat ekonomi tumbuh. Belanja pemerintah menyumbang 21.8% dari seluruh pertumbuhan. Sektor yang paling banyak menyumbang adalah industri makanan dan minuman (13,14%). Selain itu, ada Lebaran juga.

Kita belum tahu bagaimana pertumbuhan ekonomi kita nanti di Q2.

Baca Juga  KPK Ungkap Biaya Politik Tinggi Jadi Pemicu Korupsi Kepala Daerah

Malaysia? Pertumbuhan ini disumbang berbagai sektor.

  • Manufaktur tumbuh 7.5%, karena dukungan dari ekspor semi konduktor dan electrical/electronic (E&E).
  • Mining & Quarrying: Rebound dengan tajam 10.2%, didorong oleh pertumbuhan produksi gas alam.
  • Konstruksi: Melebar 6,6% karena infrastruktur dan pembanguan data center.

Jadi ini pertumbuhan yang sehat dan produktif. Bukan pertumbuhan karena bagi-bagi uang, yang kemudian dibelanjakan, dimakan jadi ta1!

Negeri ini suram? Dari kacamata ini, iya. Bagaimana hari ini Presiden Prabowo panen? Iya. Prabowo memimpin tebu (oleh TNI AU), padi (oleh TNI AD), dan kedelai (oleh TNI AL), yang ada di 43 titik di Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.