Palestina

oleh -112 views

Muasal perang antara Israel dan Palestina sejatinya berakar dari gerakan zionisme, yang lahir pada akhir abad XIX di kalangan Yahudi yang tinggal di wilayah Rusia. Orang-orang Yahudi itu bermimpi mendirikan sebuah negara. Tahun 1896, Theodor Herzl, seorang jurnalis Yahudi-Austria mengedarkan selebaran berjudul “Negara Yahudi”. Selebaran itu berisi doktrin berdirinya negara Yahudi sebagai satu-satunya cara untuk melindungi mereka dari persekusi dan kekerasan anti-semitisme. Ia kemudian menjadi pemimpin gerakan zionis yang menggelar Kongres pertama di Swiss pada tahun 1897. Mengutip Al Jazeera, hasil Kongres itu tidak menetapkan wilayah Palestina sebagai lokasi berdirinya Negara Yahudi. Sejumlah lokasi sempat dipertimbangkan seperti Uganda dan Argentina. Namun mereka akhirnya memilih Palestina berdasarkan keyakinan bahwa wilayah ini adalah “tanah suci” yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Yahudi.

Baca Juga  Pupusnya NKRI Harga Mati

Ketika Kesultanan Ottoman kalah perang pada tahun 1914, Inggris mengambil alih kekuasaan atas tanah Palestina sesuai perjanjian Sykes-Picot. Isi perjanjian antara Inggris dan Perancis itu memberi “kuasa” kepada Inggris untuk “mengurus” Palestina. Setahun sebelum “kuasa” itu berlaku, Inggris menetapkan Deklarasi Balfour. Inggris berjanji akan memberikan sebuah “rumah” bagi kaum Yahudi di tanah Palestina. Sejak tahun 1919, dengan dibantu Inggris, imigran Yahudi mulai memasuki tanah Palestina. Tak banyak tapi terus bergelombang. Ratusan menjadi ribuan.