Selain itu, jumlah petugas di loket dinilai masih terbatas sehingga berdampak pada lambatnya pelayanan.
Fasilitas dan SDM Jadi Sorotan
Tak hanya pelayanan administrasi, Pansus juga menemukan sejumlah kekurangan fasilitas, termasuk di poli gigi yang dinilai belum memiliki sarana pemeriksaan memadai.
Penerapan resep elektronik juga menjadi perhatian, karena hingga kini belum berjalan di RSUD Jailolo.
“Kalau resep elektronik diterapkan, petugas apotek bisa langsung berkoordinasi dengan dokter terkait alternatif obat yang tersedia,” ujarnya.
Di sisi lain, kekurangan tenaga perawat di ruang rawat inap turut menjadi catatan penting.
“SDM perawat perlu ditambah agar pelayanan pasien lebih maksimal,” tegasnya.
Selain itu, kondisi fisik bangunan seperti plafon bocor, toilet, hingga ketersediaan alat kesehatan seperti tabung oksigen juga masuk dalam daftar evaluasi.
Pansus Akan Panggil Pihak Terkait
Arianto menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut melalui rapat internal dan pemanggilan sejumlah pihak terkait, termasuk manajemen rumah sakit, inspektorat, hingga BPJS Kesehatan.
“Kami masih membutuhkan data yang lebih spesifik, terutama terkait pengelolaan keuangan RSUD Jailolo,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Jailolo, Novimaryana Drakel menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti rekomendasi yang akan disampaikan Pansus.









