Sementara itu, Rocky Gerung menyoroti langkah Jokowi yang tidak signifikan dalam mendorong resolusi konflik yang ada di Papua. Ia juga mengkritik lembaga-lembaga survei yang seolah menyajikan data ‘palsu’ mengenai popularitas Jokowi di Papua.
“Itu juga terlalu banyak upacara untuk memuliakan Pak Jokowi di Papua. Terakhir saya baca survei, mungkin dua atau tiga hari yang lalu, bahwa penerimaan orang Papua terhadap Pak Jokowi itu mencapai 82%,” ujarnya.
Menurutnya, data-data tersebut hanya sebagai dalih untuk menceritakan kepada masyarakat luas bahwa Jokowi mampu mengatasi isu Papua dengan damai.
sumber: wartaekonomi




