Ketika keriuhan pemilu berakhir maka perempuan cenderung akan kembali ke habitatnya.
– Bahan diskusi
Perempuan lebih cenderung menyukai topik kuliner, fashion, gaya hidup atau kehidupan selebriti. Perkembangan topik ini selalu diupdate sehingga mejadi topik hangat baik dari kalangan-kalangan emak- emak di gang kumuh sampai dengan para sosialita di restoran dan lounge-lounge mahal. Realita ini berbeda dengan para pria yang selalu peka dengan dunia politik.
– Ruang lingkup pergaulan
Perempuan akan membangun ruang lingkup pergaulan yang cenderung sesama perempuan. Sejak kecil Perempuan dibesarkan dengan tatanan kehidupan kultur patriartki yang kental di Masyarakat.
Perempuan sejak kecil didoktrin untuk harus bisa suskes pendidikan, dunia kerja juga keluarga. Sehingga paradigma tersebut tertanam dengan baik. Realita ini berimplikasi kepada kelompok perempuan yang “enggan” untuk terjun ke dunia politik karena dalam pandangan Politik adalah dunia yang penuh dengan intrik.
Bagi kaum Perempuan di dunia politik ini, terdapat tipu daya, persengkokolan jahat untuk menjatuhkan/melemahkan orang lain, korupsi, kolusi, nepotisme, perselingkuhan yang semuanya bermuara pada kekuasaan. Perempuan cenderung menghindari hal-hal tersebut karena lebih menginginkan ketenangan untuk mengurus keluarga.









