Menurut Sri, bantuan tersebut sangat relevan dengan kondisi nelayan di Kelurahan Rua yang selama ini mengandalkan hasil tangkapan sebagai sumber penghidupan.
“Para nelayan di sini adalah nelayan mandiri dengan hasil tangkapan mencapai ratusan kilogram setiap kali melaut. Oleh karena itu, fasilitas cold storage ini sangat tepat guna untuk menjaga kualitas hasil tangkapan,” ujar Sri Haryanti.
Nelayan Bisa Tekan Biaya Es dan Kurangi Risiko Kerugian
Bagi nelayan, persoalan penyimpanan ikan bukan perkara sederhana. Hasil tangkapan yang tidak segera mendapatkan penanganan yang baik berisiko mengalami penurunan kualitas, bahkan kerugian ekonomi.
Kehadiran ice maker diharapkan dapat mengurangi ketergantungan nelayan terhadap pembelian es batu dari luar.
Sri Haryanti mengatakan, efisiensi tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan nelayan hingga sekitar 20 persen.
Ia meminta fasilitas yang telah diberikan dapat dikelola secara baik dan bertanggung jawab oleh kelompok nelayan.
Lebih dari sekadar fasilitas ekonomi, Sri juga mengingatkan agar bantuan tersebut menjadi milik bersama yang dikelola dengan semangat gotong royong.
“Jadikan bantuan ini sebagai pemersatu dan penguat semangat gotong royong. Jangan sampai justru menimbulkan perpecahan,” tegasnya.









