Porostimur.com, Ambon — Ketegangan yang melibatkan masyarakat Negeri Patahuwe dan Lisabata, Kecamatan Taniwel Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali mengusik rasa aman sekaligus menguji kuatnya ikatan persaudaraan masyarakat Maluku.
Di tengah situasi yang masih membutuhkan penanganan serius, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun mengingatkan agar persoalan yang bermula dari individu tidak berubah menjadi pertikaian antarkelompok.
Benhur meminta seluruh pihak menahan diri dan menghentikan segala bentuk tindakan yang berpotensi memperlebar eskalasi.
Menurutnya, konflik sosial tidak pernah berhenti pada mereka yang terlibat langsung. Ketika persoalan pribadi dibawa ke ruang kelompok, dampaknya dapat menjalar ke keluarga, masyarakat, bahkan merusak hubungan kekerabatan yang dibangun selama bertahun-tahun.
“Jangan sampai persoalan satu atau dua orang kemudian membuat hubungan masyarakat secara keseluruhan menjadi rusak,” kata Benhur, Sabtu (12/9/2026).
Ia menilai kondisi Patahuwe-Lisabata harus segera diredam sebelum ketegangan berkembang menjadi konflik sosial yang lebih besar dan menimbulkan korban baru.
Jangan Biarkan Adat dan Persaudaraan Kalah oleh Emosi
Benhur meminta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemerintah negeri mengambil peran aktif sebagai penengah.









