Laporan tersebut juga menyoroti bagaimana perempuan Muslim menghadapi tiga tingkat diskriminasi karena jenis kelamin, etnis, dan keyakinan mereka. Sementara itu, media dan beberapa orang yang berkuasa semakin memperparah stereotip. Dia menggarisbawahi bahwa memerangi diskriminasi, rasialisme, dan xenophobia adalah prioritas PBB.
Dilansir UN News, Presiden Sidang Umum PBB Diplomat Turki Volkan Bozkir mengatakan segala bentuk diskriminasi, termasuk agama atau kepercayaan merupakan serangan yang sangat pribadi. Dia mendesak negara-negara berkomitmen kembali pada Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, dan instrumen terkait lainnya. Dengan adanya itu, dia berharap, ujaran kebencian dapat diakhiri.
Bozkir juga menyerukan untuk membangun ketahanan terhadap ajaran yang diskriminatif, eksklusif, dan tidak toleran, serta mengembangkan rasa hormat terhadap praktik agama dan budaya orang lain.
“Dengan mendorong toleransi, bisa menjadi sumber harapan kita termasuk pada kaum muda,” ujar dia.
(red/republika)




