Ia menambahkan, setelah pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), jajaran pengurus tidak langsung kembali ke daerah, melainkan dilanjutkan dengan Rakerda.
“Setelah Rakernas, kita langsung melaksanakan Rakerda untuk menetapkan program kerja PDI Perjuangan ke depan,” ujar Wattubun.
Refleksi Natal: Politik dan Kemanusiaan
Menurut Wattubun, tema Natal yang diusung tahun ini, “Allah Menyelamatkan Keluarga Kita”, memberikan refleksi mendalam bagi PDI Perjuangan untuk menghadirkan politik yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Tema ini memberi motivasi bagi kami untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang bukan hanya untuk kepentingan politik partai, tetapi juga kepentingan kemanusiaan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa makna “keluarga” dalam konteks tersebut tidak semata keluarga inti, melainkan juga keluarga besar bangsa Indonesia.
“Masih ada saudara-saudara kita yang tidak mengalami situasi aman dan nyaman. Ada yang terdampak bencana, penggusuran lahan, eksploitasi pertambangan, hingga intimidasi terhadap hak-hak masyarakat yang termarginalkan. Ini menjadi catatan refleksi kami di tahun 2025 dan memantapkan langkah ke 2026,” terang Wattubun.
Makna Simbolik 530 Paket Natal
Dalam perayaan tersebut, PDI Perjuangan Maluku juga membagikan 530 paket Natal kepada pengurus, kader, dan keluarga besar partai. Jumlah tersebut memiliki makna simbolik.









