Porostimur.com, Tual – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tual, Gani Bugis, menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pembangunan proyek Sekolah Rakyat yang dikerjakan BUMN PT Nindya Karya di Kota Tual.
Proyek yang dibangun di atas lahan sekitar 10 hektare itu dinilai belum memberi dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat karena didominasi pekerja dari luar daerah.
Menurut Gani, proyek yang dibiayai negara seharusnya mengedepankan asas lokalitas agar dapat menggerakkan ekonomi daerah dan memberi peluang bagi pengusaha serta tenaga kerja lokal.
Arahan Pemerintah Daerah Tak Digubris
Gani mengungkapkan, pada saat peletakan batu pertama proyek tersebut, Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat melalui Wakil Wali Kota Amir Rumra telah secara tegas meminta agar pekerja dan material lokal dilibatkan.
Namun, menurutnya, arahan tersebut seolah tidak diindahkan oleh pihak kontraktor.
“Ironisnya, pada saat peletakan batu pertama lalu, arahan pemerintah daerah sudah jelas meminta pekerja lokal dan material lokal dilibatkan, tetapi seolah tak digubris oleh perusahaan yang menangani,” ujar Gani, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan juga telah mendorong agar belanja BUMN selalu melibatkan UMKM, pengusaha lokal, dan tenaga kerja lokal di setiap daerah proyek berlangsung.








