Kiblat pertanian dunia, tambah Yusmar, ada di Jepang. Karena itu, Jepang menjadi negara tujuan para petani milenial untuk belajar.
”Kalau kita di sini mengelola pertanian masih manual. Sedangkan di Jepang, untuk menyiram pupuk saja menggunakan alat,” ucapnya.
Ia berharap, setelah kembali dari Jepang, mereka bisa mengimplementasikan ilmunya ke petani untuk meningkatkan produksinya. “Di Jepang tidak hanya belajar soal pertanian sawah, tapi secara umum,” tutupnya.
(red/hp)





