Pemkot Ambon Akan Gelar Peringatan Setahun Wafatnya Glenn Fredly

oleh -48 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Akibat Covid-19 yang melanda Kota Ambon setahun terakhir, kegiatan-kegiatan Pariwisata yang bersifat formal life, belum dapat diadakan.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pariwisata, Rico Hayat, kepada para wartawan di Balai Kota Ambon, Selasa (6/4/2021)

Rico bilang, saat ini Kota Ambon masih berada dalam masa PSBB transisi dan masih pada zona orange, sehingga perlu partisipasi seluruh warga untuk menekan angka penularan Covid-19 di Kota Musik ini.

“Oleh karena itu untuk sementar kegiatan-kegiatan parawisata yang bersifat performance life, belum bisa diadakan, namun dilihat momentnya untuk dibuat dalam bentuk life streaming dengan membatasi kuota dalam suatu tempat,” ujarnya.

Rico mencontohkan, dalam waktu dekat akan dibuat konser Glenn Fredly 1 tahun di jakarta dan di Ambon dengan konsep masing-masing, atau dibuat talkshow untuk mengenang Glenn Fredly. Karena itu akan diadakan pertemuan denga tim untuk membahas konsepnya seperti apa, tetapi akan dibuat sederhana dengan mengikuti situasi yang ada.

Baca Juga  Curah Hujan Tinggi Dan Angin Kencang, Sebabkan Bencana di Sejumlah Titik

“Kalau dengan ruangan atau indor tetap dibatasi, dengan hanya komunitas terpilih, keputusannya akan dibahas dengan tim, namun sudah dibahas dengan bapak walikota bahwa harus melihat situasi dan kondisi, itu yang bersifat dengan Kota Musik,” jelasnya.

Rico juga membahas mengenai wisata-wisata bahari atau objek-objek wisata, dimana pemerintah belum memberikan peluang untuk dibuka, karena masih tetap melihat situas dan kondisi.

“Tetapi banyak yang terjadi, masyarakat datang itu, kerena memang pengelolaanya tidak di bawah kordinator pemerintah, kan banyak yang punya swasta dan desa, itu yang kami menjaga dan dibatasi. Kalau bisa diberikan sosialisasi untuk pengelola-pengelola hotel untuk berpatokan pada peraturan,” ujar Rico.

“Kemarin juga ada bantuan untuk mengantisipasi protkes yang terjadi di lokasi tersebut, dengan menyediakan hand saintiser, sabun dan sebagainya, dan tetap menjaga jarak. Otomatis dari dinas sendiri selaku kordinator untuk tempat tersebut yang dilihat banyak dari mereka yang belum terdaftar di pemeritah kota, seperti ojek-objek wisata, karena itu mereka diharapkan untuk dapat terdaftar juga sebagai objek wisata yang mempunyai PDUP, dengan harus mempunyai ijin-ijin,” sambungnya.

Baca Juga  DPRD Maluku Ingatkan Pemkab Kepulauan Tanimbar Segera Lunasi Hutang Pihak Ketiga

Rico menambahkan, pemerintah mengucapkan terimakasih untuk masyarakat dan komunitas-komunitas yang sudah membangun onjek-objek wisata tersebut, itu menjadi perhatian dari satu destinasi, karena itu kita juga akan mengajak mereka itu mentaati peraturan dalam ijin yang mereka punya.

“Karena retribusi biaya masuk ke mereka untuk pengembangan, tetapi kedepannya akan ada penertiban denga tim yang dikonrinasikan deng PTSP dalam sisi aturannya, dan denga dispenda dengan pengaturanya,” katanya.

“Karena melihat situasi covid, oleh karena itu sedang dipantau , namun yang terpeting adalah perhatian dari masyarakat membuat destinasi baru sehingga dapat membantu pemerintah,
Karena dalam hal ini pemerintah hanya melihat mereka membangun objek wisata, namum pemerintah mensuport mereka, contoh sperti di siwang, pemerintah membantu 6 lokasi, dengan handsanitiser, sabun dan sebagainya di lokasi tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga  Avatar Siap Rebut Lagi Tahta Film Terlaris Dunia dari Avengers: Endgame

Dikatakan, kementrian memberikan dana hibah kepada restoran dan hotel, tidak semua mendapat bantuan hanya bantuan yang diberikan kepada yang sdah terdaftar, tetapi ada tim yang verifikasi, dan juga kita audit yang layak juga punya ketentua-ketentuan yag harus di ikuti, seperti taat wajib pajak selam 1 tahun, dan ijin-ijinya masih berlaku, dan ijin standar harus punya PDUP

Bantuan yang di terima kemarin oleh hotel dan restroran 27 , dan yang diajukan 60 tetapi yang memenuhi syarat adalah 27.

“Saya sudah kordinasi dengan kementrian parawisata, dan ekonomi parekrap dalam memantau agar para sektor wisata tidak lumpuh, kami juga dengan keadaan kota musik,kafe-kafe juga harus diberdayakan, ini yang dilihat agar mereka juga taat untuk membayar pajak dan mempunyai ijin,” tutupnya. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.