Pemkot Ternate Segara Tata Kawasan Kumuh di Lelong

oleh -32 views
Link Banner

@porostimur.com | Ternate: Pemerintah Kota ternate memastikan akan segera menata kawasan kumuh, yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama pembangunan di kota berjuluk Bahari Berkesan itu.

Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Ternate, Risal Marsaoly di Ternate, Kamis (27/6).

Menurut Risal, Pemerintah Kota Ternate, melalui Dinas yang dipimpinnya, mendapat kucuran dana APBN 2019, sebesar Rp. 20 Miliar untuk penataan kawasan kumuh di Kelurahan Makassar Timur, Kecamatan Ternate Tengah.

Link Banner

“Kita targetkan penataan kawasan kumuh di Lingkungan Lelongdapat selesai dalam enam bulan ke depan”, kata Marsaoly..

Risal mengatakan, penataan kawasan kumuh di Kelurahan Makassar Timur tetap dijalankan sesuai dengan komitmen pemerintah dan pekerjaan ini ditargetkan selama enam bulan ke depan

Baca Juga  Kejutan Orkestra Pirlo di Juventus, dari Ramsey hingga Kulusevski
Risal Marsaoly

Untuk tahapan pertama, pihaknya akan memperbaiki lapak yang ada di kawasan kumuh untuk dijadikan pedestrian. Sedangkan di sisi timur, akan dibuat ruang terbuka dan lapak untuk padegang.

“Tempat jualan pisang goreng akan dipindahkan ke bagian timur supaya tempat pedagang bisa tertata dengan baik”, ujarnya.

Mantan Sekretaris Bappeda Kota Ternate ini menjelaskan, tempat penjualan yang ada selama ini, akan dialihkan ke bagian timur, karena kawasan yang selama ini dipergunakan oleh masyarakat untuk berjualan akan dijadikan kawasan ruang terbuka hijau

“Tempat jualan yang sekarang akan dibuat ruang terbuka RTH yang di dalamnya ada tempat duduk dan akan dibuat air mancur”, katanya.

Sementara itu, untuk pedagang yang berjualan pisang goreng dan air guraka sementara akan diijinkan memakai jalan 2,5 meter dan tidak sampai di garis putih.

Baca Juga  BPJS Naik Lagi, Rakyat Pastikan Melawan, Jokowi Silahkan Bersiap-siap

Pemakaian badan jalan ini, lanjut Rizal, sudah melalui kesepakatan antara Disperkim, Disperindag, dan Satpol PP Kota Ternate.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan polisi lalu lintas karena tenda yang dibangun oleh pedagang hanya sementara”, pungkasnya. (red)