Penanganan tidak berhenti pada bantuan darurat dan pelayanan kesehatan. Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten SBB, TNI dan Polri juga mulai memikirkan pemulihan terhadap kerusakan yang ditimbulkan akibat bentrokan.
Sesuai arahan Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten SBB serta penyampaian Dandim setempat, rumah-rumah warga yang terbakar akan diupayakan untuk dibangun kembali secara gotong royong dengan melibatkan pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat.
Langkah ini menjadi penting karena dampak bentrokan tidak hanya meninggalkan persoalan keamanan, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
118 KK Mengungsi, Pemerintah Dorong Pemulihan
Bentrokan antara warga Patahuwe dan Lisabata yang terjadi pada Jumat (11/9/2026) petang sebelumnya menyebabkan kerusakan serius. Sebanyak 27 rumah warga Patahuwe dilaporkan terbakar, sehingga 118 kepala keluarga dengan ratusan jiwa harus mengungsi.
Selain kerugian material, bentrokan tersebut juga menyebabkan empat warga mengalami luka akibat tembakan. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus bergerak pada dua sisi sekaligus: memastikan keamanan dan kebutuhan warga terpenuhi, sembari mendorong proses pemulihan hubungan sosial di tengah masyarakat yang bertetangga.









