Operasi RKEF mengalami peningkatan output produksi FeNi sebesar 69% dari tahun ke tahun, mencapai 63.414 ton pada paruh pertama tahun 2024, melebihi kapasitas produksi. Operasi HPAL juga menunjukkan kinerja yang kuat, dengan peningkatan output MHP Ni sebesar 28% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, dengan total 38.334 ton di paruh pertama tahun 2024. Pertumbuhan ini juga turut didukung oleh peningkatan produksi fasilitas pemurnian dari PT HPL yang melebihi kapasitas produksi dan fasilitas pemurnian HPAL kedua PT ONC yang sudah mulai produksi di kuartal kedua 2024.
Laba kotor untuk kuartal kedua tahun 2024 mencapai Rp 2,205 triliun. Angka tersebut naik 36% dari kuartal pertama sebesar Rp 1,618 triliun.
Peningkatan ini juga didukung oleh membaiknya harga nikel global di kuartal kedua yang memberikan kontribusi positif terhadap laba kotor perusahaan. EBITDA meningkat 49% menjadi Rp 3,168 triliun di kuartal kedua tahun 2024, dari Rp 2,129 triliun pada kuartal sebelumnya.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di kuartal kedua 2024 adalah Rp 1,805 triliun, meningkat 80% dari kuartal pertama Rp 1,001 triliun.
(red/dtf)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










