Pengusaha China jajaki potensi investasi perikanan di Maluku

oleh -35 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Lagi-lagi Maluku dilirik investor asal negeri tirai bambu, sebagai salah satu daerah yang akan dijadikan lahan berinvestasi.

Rombongan pengusaha dengan background perusahaan berskala internasional ini melakukan kunjungan dan bertemu langsung dengan Gubernur Maluku, Ir Said Assagaff, di ruang rapat lantai II, Kantor Gubernur Maluku, Senin (8/10).

Rombongan pengusaha China ini didampingi langsung Duta Besar (Dubes) RI untuk China, Djauhari Oratmangun.

Sementara anggota rombongan seperti Andrew Zheng (Zheng Lie-Lie) dari perusahaan Shenzhen Fountain Coorporation, Chen Jie dari TBEA Xin Jiang dan Andrew Zheng (Zheng Zhi Qiang) PT Nusa Ina Gempita-Jakarta, mempertanyakan iklim investasi sampai dengan sumber daya alam yang paling potensial di daerah Bumi Seribu Pulau.

Sebagai daerah bahari, aku Assagaff, Maluku memiliki potensi sumber daya alam perikanan dan kelautan yang sangat mumpuni.

Baca Juga  Peringati HANI, Gubernur Malut Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

”Kita punya 4 juta ton ikan dan potensialnya di laut Banda, Arafura dan Laut Seram. Sampai saat ini, yang baru tereksplor atau ditangkap sebanyak 600 ribu ton,” ujarnya.

Bahkan untuk mendukung pengembangan industri perikanan itu, jelasnya, Maluku juga memiliki infrastruktur pendukung berupa pelabuhan perikanan.

”Ada 12 pelabuhan perikanan yang nantinya bisa dikelola. Pelabuhan  ini ada juga beberapa yang belum aktif.  Dan ke depan juga akan ada pengembangan industri perikanan terbesar di Dobo dan di Pulau Ambon yakni di Wai,” jelasnya.

Dari sisi ekspor ikan ke luar negeri, tegasnya, sejak Januari lalu, kepengurusan dokumen ekspor telah dikeluarkan di Ambon, bukan lagi dikeluarkan dari daerah lain.

Baca Juga  Ketika Cinta Bisa Kau Beli Dengan Murah di Teluk Ambon

”Jika sebelumnya pengurusan dokumen dikeluarkan di Bali, Jawa Timur dan Jakarta, sekarang tidak lagi. Dan tiap hari, dengan menggunakan jasa cargo penerbangan Garuda setiap pagi. Itu bisa kita kirim ikan segar 3 sampai 4 ton ke Jakarta, Tokyo, Australia, Singapura dan Malaysia,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya dari Dubes RI di Jepang, tambahnya, pihak Pemerintah jepang juga telah memastikan akan ada pembukaan rute penerbangan dari Hokaido ke Ambon.

”Untuk itu, saya berharap pasar China juga bisa mengambil peran yang cukup besar.  Karena kami tahu, saat ini dari China ke Manado sekarang sudah ada penerbangan langsung. Ini tentunya akan lebih mudah, dari Manado ke Ambon saja kita sudah bisa mengirimkan ikan segar ke China,” pungkasnya. (keket)