Perang AS–Israel vs Iran: Geopolitik Kekuasaan dan Pelajaran bagi Indonesia

oleh -1,432 views

Eskalasi Militer dan Logika Kekuatan

Eskalasi terbaru memuncak pada akhir Februari 2026 ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan sejumlah fasilitas militer dan instalasi strategis Iran, termasuk lokasi yang diduga terkait dengan pengembangan nuklir.

Serangan tersebut memicu respons cepat dari Teheran. Iran meluncurkan ratusan drone dan lebih dari dua ratus rudal ke berbagai target di kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Pertukaran serangan ini menunjukkan satu realitas klasik dalam politik internasional: ketika diplomasi gagal meredam ketegangan, logika kekuatan militer sering kali menjadi instrumen utama dalam mempertahankan kepentingan negara.

Dampaknya tidak hanya berupa kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, tetapi juga meningkatnya ketidakpastian keamanan regional yang berpotensi memicu konflik yang lebih luas.

Dampak Global: Energi dan Stabilitas Ekonomi

Kawasan Timur Tengah memiliki posisi strategis dalam peta energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global setiap hari melewati Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.

Baca Juga  INAKOR Somasi Pemprov Maluku, Vakumnya Komisi Informasi Disorot

Ketika ketegangan militer meningkat di kawasan tersebut, pasar energi global langsung merespons. Harga minyak cenderung naik karena kekhawatiran terganggunya pasokan. Kondisi ini kemudian merambat ke berbagai sektor ekonomi global, mulai dari biaya transportasi, inflasi pangan, hingga stabilitas ekonomi negara-negara yang bergantung pada impor energi.

No More Posts Available.

No more pages to load.