Perang AS–Israel vs Iran: Geopolitik Kekuasaan dan Pelajaran bagi Indonesia

oleh -1,425 views

Oleh: Amrosius Igo Anamofa, Aktivis

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali menyita perhatian dunia. Di ruang publik, konflik ini kerap dipahami secara sederhana sebagai pertarungan agama atau ideologi. Padahal jika ditelusuri lebih dalam, dinamika yang terjadi jauh lebih kompleks. Konflik tersebut pada dasarnya merupakan benturan kepentingan geopolitik, persaingan pengaruh regional, serta perhitungan keamanan nasional yang telah berlangsung selama puluhan tahun di kawasan Timur Tengah.

Sejarah mencatat bahwa hubungan Israel dan Iran tidak selalu berada dalam posisi permusuhan. Sebelum Revolusi Iran tahun 1979, kedua negara bahkan memiliki hubungan yang relatif pragmatis. Namun perubahan besar terjadi setelah revolusi yang dipimpin Ayatollah Khomeini mengubah arah politik luar negeri Iran. Sejak saat itu, Iran menempatkan Amerika Serikat dan Israel sebagai rival strategis, sekaligus simbol kekuatan yang dianggap mendominasi kawasan.

Baca Juga  Terima Tim Polda Maluku, Wawali Tual Tegaskan Penegakan Hukum Jadi Panglima dalam Konflik Fidatan

Ketegangan tersebut terus berkembang, terutama terkait program nuklir Iran yang oleh Amerika Serikat dan Israel dipandang sebagai potensi ancaman keamanan regional. Dalam perspektif Iran, program tersebut merupakan bagian dari hak kedaulatan untuk mengembangkan teknologi energi dan pertahanan.

No More Posts Available.

No more pages to load.