Israel melancarkan serangan besar-besaran di daerah kantong Palestina yang berpenduduk padat tersebut setelah serangan mematikan oleh militan Hamas pada 7 Oktober 2023—yang menurut militer Zionis telah menewaskan sekitar 1.200 orang dan ratusan lainnya disandera.
Operasi darat dan pengeboman udara balasan Israel sejauh ini telah menewaskan lebih dari 34.000 orang, menurut pihak berwenang Gaza.
Sejak meluncurkan invasi brutal ke Gaza Oktober lalu, IDF telah berulang kali dituduh melakukan pengeboman dan penghancuran infrastruktur Gaza, termasuk kawasan pemukiman, rumah sakit dan universitas, serta menyerang pekerja bantuan internasional.
Pada 1 April, pesawat tak berawak militer Israel menyerang konvoi kemanusiaan di Gaza, milik kelompok bantuan World Central Kitchen (WCK), menewaskan tujuh pekerja bantuan, termasuk warga negara Inggris, Australia, Polandia, Palestina, dan dua warga negara Amerika-Kanada.
Insiden ini menimbulkan kecaman global, dan IDF mengakui bahwa para perwiranya telah melanggar aturan keterlibatan. Dua orang dipecat dan tiga lainnya mendapat teguran.
“Serangan itu sebagai peristiwa serius yang menjadi tanggung jawab kami [dan] tidak seharusnya terjadi,” kata juru bicara IDF Daniel Hagari saat itu.










