[carousel_slide id=’12211′]
porosimur.com | Ambon: Semenjak didaulat menjadi Duta Parenting (Perangi Stunting) Provinsi Maluku pada 3 Juli 2019, istri Gubernur Maluku, Ny. Widya Murad Ismail, terus bergerak turun ke daerah-daerah untuk sosialisasi “potong pele” atau pencegahan stunting di Provinsi Maluku.
Gencarnya program “potong pele” stunting oleh Duta Parenting Maluku, bahkan diapresiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena Maluku menjadi provinsi pertama di wilayah Indonesia Timur yang memiliki Duta Parenting.
“Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia dua tahun,” kata Widya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Koordinasi Terpadu Penurunan Stunting dan Gizi Buruk Tahun 2019 di Gedung Putih, Piru, SBB, Jumat (23/8).
Dijelaskannya, stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek, dibandingkan tinggi badan orang di usianya.
Karena itu, lanjut Bunda PAUD Provinsi Maluku ini, penanggulangan stunting merupakan tanggung jawab bersama karena pengaruhnya bukan hanya terkait kecerdasan anak, namun juga berpengaruh pada kesehatan ketika dewasa nanti.

“Jangan sampai terlambat mendeteksi dan memperbaiki kondisi ini. Penanggulangan stunting harus menjadi tanggungjawab kita bersama. Tidak hanya pemerintah, tapi setiap keluarga Indonesia,” tegasnya.




