Perempuan Maluku Perkuat Konsolidasi, Desak Kebijakan Responsif dari Wilayah Kepulauan

oleh -183 views
Ratusan perempuan dari berbagai wilayah di Maluku berkumpul dalam Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau sebagai langkah memperkuat jejaring sekaligus merumuskan agenda bersama untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan di wilayah kepulauan.

Namun, ia menilai capaian tersebut kini dihadapkan pada tantangan baru yang semakin kompleks.

“Forum ini bukan sekadar refleksi, tetapi ruang konsolidasi untuk mendorong perubahan nyata, terutama bagi perempuan di pulau-pulau kecil dan wilayah terpencil,” katanya.

Isu Kesehatan dan Keadilan Reproduksi

Sekitar 200 peserta yang hadir membawa beragam persoalan dari daerah masing-masing, mulai dari kekerasan berbasis gender hingga keadilan reproduksi.

Deputi Direktur Program Yayasan IPAS Indonesia, Nancy Sunarno, menyoroti masih tingginya angka kematian ibu di kawasan Indonesia Timur berdasarkan data SUPAS 2025.

Ia juga mengungkapkan ratusan kasus kekerasan terhadap perempuan di Maluku yang tercatat dalam SIMFONI PPA 2025.

“Keadilan reproduksi di wilayah kepulauan harus dilihat secara menyeluruh, bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga akses dan penerimaan sosial,” ujarnya.

Baca Juga  Catatan Kecil untuk Sebuah Usia dan Dua Puisi Lain Nuriman Bayan

Komitmen Pemda dan Tantangan Kepulauan

Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender.

Ia mengakui bahwa kondisi geografis Maluku yang terdiri dari ribuan pulau menjadi tantangan dalam pemerataan layanan dasar.

“Perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan. Pemerintah membutuhkan dukungan gerakan perempuan untuk menjawab berbagai persoalan,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.