Menurutnya, ekspansi industri nikel berpotensi memicu konflik sosial, krisis kesehatan, serta kerusakan lingkungan yang lebih luas.
“Kami menolak masa depan yang dibangun di atas kehancuran ruang hidup masyarakat pesisir, petani, perempuan, nelayan, dan masyarakat adat di Halmahera Tengah,” tegasnya.
Aksi HATAM 2026 ini menjadi pengingat bahwa di balik geliat industri nikel dan transisi energi global, terdapat konsekuensi serius yang dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah tambang.
(red)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










