Menurutnya, terdapat tiga prinsip utama yang terus diperjuangkan pemerintah daerah dalam pengembangan proyek tersebut.
Pertama, memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dan kompetensi yang dipersyaratkan agar putra-putri daerah memperoleh kesempatan bekerja.
Kedua, mendorong pemanfaatan produk pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan proyek sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan nelayan di Maluku.
Ketiga, memastikan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pendidikan vokasi, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan.
CSR Harus Berdampak Nyata
Hendrik menegaskan program CSR tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, perusahaan harus mengarahkan program tersebut pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan agar masyarakat lokal siap mengisi peluang kerja yang tercipta dari investasi Blok Masela.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun kolaborasi serta menjaga iklim investasi yang kondusif dengan tidak mudah terpengaruh narasi-narasi negatif yang dapat menghambat pembangunan.
Menurut Hendrik, Lapangan Abadi Blok Masela merupakan peluang bersejarah bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku karena menjadi salah satu investasi terbesar yang pernah masuk ke daerah sejak Indonesia merdeka.










