Titiek, yang akrab disapa Mbak Titiek, memilih merayakan momen tersebut di Kompleks DPR usai rapat komisi. Ia ditemani putranya, Ragowo Hediprasetyo, serta sejumlah mitra kerja. Perayaan berlangsung sederhana dengan pemotongan tumpeng dan tiup lilin.
“Publik melihat kontras yang tajam. Kesederhanaan itu bisa dibaca sebagai sikap rendah hati, sementara pesta mewah Teddy justru menegaskan citra eksklusif dan privilese,” kata Herry.
Perbandingan ini, menurutnya, memperkuat persepsi adanya jarak antara elite kekuasaan dengan masyarakat luas yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Kritik Efisiensi Anggaran
Kritik juga datang dari Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas. Ia menyoroti perayaan ulang tahun Teddy yang dinilai bertolak belakang dengan kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Penerapan efisiensi anggaran yang diberlakukan sejak 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto harus ditaati para pembantunya, terutama di kalangan orang-orang di sekitarnya. Namun, sangat disayangkan, perayaan ultah Seskab Teddy sepertinya tidak taat pada kebijakan tersebut,” ujarnya.
Fernando menilai, perayaan yang berlangsung di hotel mewah hingga di dalam pesawat menciptakan kesan pembangkangan terhadap semangat penghematan yang tengah digaungkan pemerintah.












