Ada Istri Gubernur Maluku di Balik Kacaunya Jadwal Kapal Ferry yang Berbuntut Kematian?

oleh -2.892 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sebuah postingan di media sosial facebok yang diunggah pemilik akun bernama Saman Amirudin Patty II menjadi viral dan dibagikan puluhan kali oleh para nitizen di Maluku.

Dalam unggahannya itu, Saman menulis “Mentang-mentang KMP Sardinela itu milik PT. Pancakarya (BUMD) lalu Ibu Gubernur seenaknya mau perintah tunda keberangkatan karena beliau sementara dari perjalanan pulang dari Tempat Wisata Pantai Ora.

Pada akhirnya Mobil Ambulance yang sementara mengantarkan Pasien dari Masohi tujuan Ambon terpaksa di terlantarkan dari Jam 05:00 hingga jam 11:30 di pelabuhan Waipirit.

Akibat dari penundaan keberangkatan itu, pasien yang semestinya secepatnya di berangkatkan untuk mendapatkan pelayanan intensif, akhirnya Pasien tidak tertolong dan meninggal dunia”.

Rupanya musabab mengapa kapal ferry tidak melayani penumpang sebagaimana jadwal biasanya seperti disebut Saman dalam unggahannya itu, mendapat pembenaran dari dua ABK Kapal Ferry KM Rokatenda.

Baca Juga  Melalui Operasi Kie Raha, Polres Kepsul Berhasil Musnahkan Ratusan Botol Minuman Keras

Dafit Rhisa, Perwira KM Rokatenda dalam unggahan klarifikasi di facebooknya menyatakan, pada tanggal, 25 Juni 2021 itu, yang semestinya beroperasi dari Waipirit-Hunimua, pukul 18.30 WIT adalah KM Sardinela, sesuai jadwal reguler yang sudah ada.

Sedangkan KM. Rokatenda yang tiba di Waipirit dari Hunimua pada pukul 18.30 WIT, jadwalnya ikat, karena telah selesai beroperasi.

Dafit bilang, KM Rokatenda baru akan beroperasi lagi pada esok hari, Sabtu 26 Juni 2021, pukul 06.00 WIT dari Waipirit ke Hunimua.

Namun karena kapal jam 18.30 WIT, yaitu KM Sardinela tidak mengambil muatan umum karena menunggu rombongan istri gubernur, makan pihak ASDP memberangkatkan KM. Rokatenda di luar jadwal yang semestinya.

Baca Juga  Azis Syamsuddin Minta Anggota Polri Diduga Jual Senjata Api dan Amunisi ke KKB Papua Ditindak Tegas

Dafit menambahkan, pada saat KM. Rokatenda selesai pemuatan dan siap untuk berangkat, kondisi air laut sedang surut, sehingga kapal tidak bisa keluar.

Kapal baru bisa diberangkatkan setelah air laut pasang pada pukul 21.00 WIT menuju Hunimua.

Pernyataan Dafit Rhisa diperkuat oleh salah satu crew KM. Rokatenda bernama Lalu Wirantika Yuda.

Melalui akun faceboknya, Yuda yang menanggapi pernyataan klarifikasi salah satu jurubicara Murad Ismail, mengatakan, “Bapak tidak tau fakta sebenarnya di lapangan
Saya crew KMP Rokatenda keberatan dan kronologis yang bapak sampaikan
Kami seharusnya kemarin setengah 7 sudah off di waipirit dan yg keluar dari waipirit jam setengah 7 KMP SARDINELA baca baik2 KMP SARDINELA

Dan kapal kami tadi malam mau ganti oli terpaksa sambil ganti oli kapal kami melakukan pemuatan karna melihat kondisi muatan yg banyak karna KMP SARDINELA yg tidak di berangkat kan karna menunggu rombongan
Kami jam 8 tidak berangkat karna air surut sekali dan menunggu air pasang untuk keluar
Jadi mohon maaf pak argument anda di hapus karna kami keberatan dengan pernyataan bapak”.

(tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.