Porostimur.com | Jakarta: Okupansi atau tingkat hunian kamar hotel klasifikasi bintang pada 2021 diperkirakan mencapai 55%, naik dari tahun ini yang diprediksi hanya mampu menyentuh 53%.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menuturkan angka proyeksi itu dipicu oleh kemungkinan adanya kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun depan. Dia memperkirakan kunjungan wisman pada 2020 sebanyak 16,5 juta orang.
“Tahun lalu [2018], okupansi hotel nasional mencapai 54%-55%. Tahun ini 52%-53%. Tahun depan [2021], diperkirakan 55%. Namun, proyeksi 55% ini karena jumlah kamar yang terus bertambah, apalagi ada virtual operator dan operator hotel dengan sistem sharing economy,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengakui bahwa memang benar pada tahun ini ada tren penurunan industri perhotelan. Terlebih, perhotelan yang ada di daerah timur seperti Jayapura, Ambon, Makassar.
“Paling terpuruk itu Jayapura, Ambon, Makassar. Pokoknya yang diluar Jawa rata-rata terjadi penurunan. Bali juga turun okupansinya.”
Menurutnya, selama ini bisnis perhotelan yang masih stabil hanya di Jawa dan Sumatera Barat. Namun, untuk Jawa itu pun hanya terjadi pada hotel-hotel di Jakarta. “Di Yogyakarta itu sebetulnya turun juga.”





