“Di penghujung pembangunan jangka panjang daerah 2005-2025, Provinsi Maluku mengalami kemajuan pembangunan yang signifikan, walaupun dihadapkan dengan berbagai krisis, untuk menghadapi pembangunan jangka panjang Selaras Dengan Visi Indonesia Emas 2045, pembangunan Maluku 20 Tahun kedepan diarahkan untuk mewujudkan visi dimaksud, dengan Visi Maluku Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Kepulauan,” terangnya.
Searah dengan kebijakan pemerintah pusat, Sadali mengatakan, transformasi merupakan hal mutlak dalam mewujudkan visi kedepan, baik dalam aspek sosial, ekonomi maupun tata kelola pemerintahan.
“Oleh karena itu, perlu pula dibangun berbagai landasan transformasi yakni keamanan demokrasi, stabilitas ketahanan sosial budaya dan ekologi, serta dibutuhkan pula gerakan implementasi yang meliputi pengembangan wilayah yang merata dan berkeadilan, sarana dan prasarana yang berkualitas dan ramah lingkungan, serta pembangunan yang berkesinambungan,” jelasnya.
Dalam konteks percepatan pembangunan, Sadali menyampaikan, diperlukan berbagai upaya terobosan yang dapat secara berkelanjutan meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya dengan memanfaatkan peluang kerjasama luar negeri oleh karena itu dirinya berharap, agar kunjungan ini dapat meningkatkan pemahaman mengenai dinamika pembangunan daerah, serta peran diploma dalam konteks pembangunan nasional dimana Maluku dijadikan sebagai studi kasus.









