“Salah satu contoh orang tua sekarang bermedsos sampai lupa anak, lupa waktu, anaknya juga bermedsos sampai larut malam, tidak bisa tidur, dan orang tua tidak bisa mengawasi apa yang anaknya lakukan,” kata dia.
Olehnya itu, pola pembinaan dalam budaya bermedsos yang bijak sangat penting dilakukan saat ini.
“Pola pembinaan sangat penting, kita di Maluku punya budaya untuk suatu persoalan cepat diselesaikan,” kata dia.
Ia meminta agar setiap kasus ujaran kebencian yang disampaikan melalui medsos harus segera ditangani. Sebab, dampaknya akan sangat besar kalau tidak segera diantisipasi.
“Setiap kasus harus segera diantisipasi, karena bisa menjalar dan berbahaya,” sebutnya.
Ahli Bahasa, Falentino Eryk Latupapua, menyampaikan, kehadiran media sosial telah menyebabkan tidak terkendalinya cara berbahasa yang baik. Banyak kekacauan yang ditimbulkan.
“Banyak orang bisa bersembunyi dengan menggunakan akun alter / akun palsu, orang itu harus bisa menjaga norma seperti kehidupannya di dunia nyata,” katanya.
Menurutnya, perubahan karakter saat ini berlangsung sangat cepat dengan adanya medsos. Olehnya itu, butuh sosialisasi terkait cara bermedsos yang bijak.
“Buat saya perubahan karakter sangat penting bukan saja di bangku pendidikan akan tetapi di lingkungan keluarga juga. Dari dini sudah harus mengajarkan untuk bijak dalam bermedsos,” harapnya.









