Dari susunan personel kabinet yang kental “beraroma Jokowi” kuat terkesan Prabowo sedang tersandera secara politik. Sejumlah policy awal juga menunjukkan ada cawe-cawe Jokowi. Termasuk, misalnya, mendadak menjadikan Tom Lembong, sebagai tersangka dan menjebloskannya ke penjara.
Pertanyaan krusial, apakah Prabowo sedang tersandera, menderita gejala Stockholm Syndrom, akan terjawab dalam beberapa minggu ke depan. Misalnya apakah ia konsisten untuk berani menjebloskan (men-Tom-Lembong-kan) para menteri perdagangan yang ikut mengimpor manisnya gula? Termasuk “mengejar sampai ke Antartika” kasus-kasus korupsi yang membelit sejumlah menteri pengunyah wortel yang proxy-Jokowi?
Kalau persekusi, pentungan tongkat, terhadap para menteri dan pejabat korup tidak juga terjadi. Boleh jadi asumsi bahwa Prabowo tersandera, dan “tak berdaya” sedang menikmati wortel Jokowi, cukup valid.
Apakah Prabowo sedang tersandera, karena gejala Stockholm Syndrom atau terancam metode Edgar Hoover (akan diungkap rahasia skandalnya)? Cepat atau lambat bakal bisa diketahui. Apapun faktanya, tidak semustinya Indonesia dikelola oleh pemerintahan yang berada di bawah tekanan atau tersandera. Prabowo tidak ada pilihan lain, selain harus melawan. (*)









