Dia mengaku, penyiapan sumber daya manusia yang levelnya baik untuk mengelolah sumber daya alam di Maluku umumnya masih tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Hal ini disebabkan karena letak geografis Provinsi Maluku yang terdiri dari pulau – pulau.
Meskipun demikian, Politeknik Perikanan Negeri Tual berkomitmen untuk menyiapkan program studi, kurikulum, masukan – masukan dari dunia industri, penguatan kurikulum, serta kompetensi univesitas untuk melakukan penguatan terhadap pendidikan vokasi.
“Mudah – mudahan apa yang dimulai hari ini kedepannya kita bisa berjalan bersama – sama dengan Pemerintah dan dunia industri walaupun kita tahu bahwa industri di Maluku masih minim dan tidak berskala besar, “ harap Rahajaan.
Sementara itu, Tim Pakar Program Kemendikbud Ristek, Bambang Warsuta. Menurut Bambang, program penguatan ekosistem kemitraan untuk pengembangan inovasi berbasis potensi daerah diselenggarakan secara nasional di 27 Provinsi di Indonesia termasuk Maluku.
“Alasan bapak ibu dari media diundang dalam program ini karena dibutuhkan publikasi agar semua stakeholder yang terdampak atau dilibatkan dapat bersama-sama membangun Maluku kedepannya, “ kata Bambang.









