Posko Covid-19 Ohoi Sesuai Instruksi Mendagri dan Bupati Malra

oleh -30 views
Link Banner

Porostimur.com | Langgur: Menindak lanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri serta Bupati Maluku Tenggara, maka dipandang perlu untuk setiap Ohoi harus memiliki posko penanganan Covid-19 di Ohoi masing masing. Pernyataan ini di sampaikan Juru Bicara Tim Gugus tugas penanganan Covid Kabupaten Maluku Tenggara dr. Ketty Koedoeboen kepada awak media, Rabu, (4/8/2021).

Menurut Koedoeboen, tujuan utama adanya pembentukan posko Covid ini untuk melakukan isolasi mandiri, dimana sering dilakukan isloasi mandiri namun terkadang tidak memiliki tempat untuk isolasi mandiri.

Selain itu kata Koedoeboen tentunya akan membutuhkan tenaga medis, sehingga pemerintah daerah telah memiliki solusi yakni akan memanggil kembali pegawai honorer yang memiliki disiplin ilmu kesehatan untuk membantu pasien tersebut.

Baca Juga  Lagi, Tiga Ohoi di Kei Besar Teraliri Listrik

“Petugas kesehatan ini akan kembali bertugas di puskesmas dan membantu memantau Ohoi yang membutuhkan,” ujarnya.

Koedoeboen bilang, segala sesuatunya sementara dipersiapkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara ini menegaskan, untuk saat ini Pemda Malra telah memiliki dua (2) posko penanganan Covid 19, dimana satunya adalah RS Karel Satsuitubun yang memiliki awal dua puluh tiga (23) kini menjadi lima puluh lima tempat tidur (55), sementara posko satunya lagi adalah di Ohoi Ngilgof ini hanya merawat pasien yang ringan dengan gejala batuk, pilek.

Dikatakan, meskipun memiliki posko gugus penanggulangan Covid 19, namun perlu disadari akhir-akhir ini kasusnya meningkat, dan jika pasien yang begitu banyak tidak mungkin posko yang telah tersedia mampu menampung, maka dipandang perlu membuat posko pada masing masing Ohoi guna menampung warganya baik yang baru mengalami gejala atau telah dinyatakan positif.

Baca Juga  Hari Ini, Kemenag akan Terbitkan Edaran Pembukaan Rumah Ibadah

Dirinya menambahkan, meskipun rencana Pemda Malra akan memanggil honorer yang dirumahkan guna membantu, akan tetapi kembali melihat keuangan daerah, namun yang jelas tidak ada skala prioritas dalam rekrutmen nanti. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.