Postscriptum Branding Ternate: Ketika Kota Rempah Harus Berbuah

oleh -88 views

Pertanyaan yang lebih penting: sejauh mana branding Kota Rempah telah masuk ke dalam program dan kerja nyata setiap organisasi perangkat daerah (OPD)?

Kebijakan strategis Wali Kota Ternate Tauhid Soleman untuk menguatkan identitas Ternate sebagai Kota Rempah patut diapresiasi. Tetapi dalam kebijakan publik, niat baik selalu membutuhkan pembuktian. Gagasan hanya akan menjadi kebijakan ketika ia hadir dalam program yang terukur, anggaran yang jelas, tata kelola yang konsisten, dan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

Sebab, tantangan kota-kota di Indonesia hari ini bukan semata bagaimana melahirkan gagasan baru. Tantangan yang jauh lebih berat adalah menemukan kembali sense of control—kesadaran bahwa di tengah kompleksitas persoalan perkotaan dan tekanan fiskal akibat pemangkasan transfer ke daerah, masih ada ruang yang dapat dikendalikan melalui pilihan kebijakan yang tepat.

Baca Juga  FPPPMU Soroti Belanja Pemprov Malut, Arsad Sangadji: Hotel Bela Ramai, Kemiskinan Malah Naik

Karena itu, pertanyaan kita barangkali tidak lagi: bisakah Kota Rempah diwujudkan?

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: bagaimana Kota Rempah diterjemahkan ke dalam cara berpikir, cara bertindak, rasa memiliki warga, serta kolaborasi untuk melahirkan inovasi yang produktif?

Sebab city branding tidak berhenti pada permainan jargon.

No More Posts Available.

No more pages to load.